Sungai Martapura Bertabur Cahaya

RIBUAN orang berjubel hingga ke pagar pembatas siring seberang Kantor Gubernur Kalsel. Bukan hanya satu sisi sungai, termasuk pula di seberangnya di Jalan Pierre Tendean.

(Jukung Tanglong)

Mata mereka hanya tertuju pada satu arah, Sungai Martapura tempat hilir mudiknya puluhan jukung tanglong. Beberapa orangtua mengangkat anaknya ke bahu demi memuluskan keinginannya melihat keindahan jukung tanglong. Baca Lanjutannya…

Miniatur Wayang Mahabharata

ADA yang unik saat memasuki stand Hulu Sungai Tengah yang terletak di ujung kanan Kampung Banjar. Terdapat deretan puluhan miniatur wayang kulit Banjar. Seluruhnya berasal dari tokoh pewayangan dengan cerita Mahabharata.


(Berjalan di Tali)

Menurut salah satu penjaga stand, Udin, semua wayang ini merupakan miniatur wayang Banjar seperti wayang Banjar sebenarnya dari Barikin. “Untuk wayang ini adalah tokoh dalam epos kepahlawanan Mahabharata dalam pewayangan,” kata Udin.

Diantara tokoh wayang tersebut ada Yudhistira, Werkudoro, Janaka, Nakula, Sadewa atau yang sering dikenal dengan Pendawa Lima. Mereka semua mempunyai sifat dan kepribadian yang baik.

Lalu ada juga wayang Kurawa yang terdiri dari Dretarastra Duryodana, Suyodana, Dursasana, Durmogati, Kartamarma serta tokoh jahat lainnya.

“Mahabarata menceritakan perebutan kekuasaan antara pihak Pandawa dan Kurawa yang masih bersaudara. Pertarungan antara kedua pihak tersebut memuncak dalam sebuah perang besar Baratayuda,” tambahnya.


(Balogo)

Selain miniatur wayang kulit, juga ada miniatur lainnya mulai gong, sarun, tarbang dan babon. Uniknya alat musik ini kalau dimainkan dengan mengetuk akan mengeluarkan bunyi sama dengan aslinya.

“Sayang miniaturnya hanya satu dan tak dijual. Padahal aku suka banget dan pengen beli miniatur ini,” kata Gusti, seorang pengunjung dari Kayutangi Banjarmasin.

Selain replika wayang, bisa ditemui di Kampung Banjar, berbagai potensi ekonomi dan sosial budaya daerah Kalsel, pameran kerajinan rakyat, serta pameran foto kampung Banjar tempo dulu bisa disaksikan.

Heboh di Kampung Banjar

LELAKI itu berperut buncit, wajahnya tua dan rambut memutih. Tubuhnya besar, tangan tak lepas dari pipa rokok yang melekat di mulutnya. Tak ada rokok menyala di pipa itu. Meskipun kelihatan ringkih, tapi gerak tubuhnya lincah menari mengikuti gamelan rancak yang ditabuh di sebelahnya.

Manjat Batang Enau

(Memanjat Batang Enau)

Itulah Samar, salah satu tokoh dalam pewayangan Banjar yang ditampilkan oleh Kabupaten Tapin, usai pembukaan Festival Budaya Pasar Terapung 2008. Samar dalam tokoh pewayangan Jawa atau Sunda adalah Semar Badranaya, tokoh punakawan dalam pewayangan. Baca Lanjutannya…

Menikmati Makanan Khas Banjar

SUKU Banjar memiliki kekayaan budaya yang beragam. Jukung dan budaya air adalah salah satu budaya yang memesona. Tapi kuliner asal banua juga tak kalah menarik.

Makanan khas Banjar bercitarasa dan dan dibuat dari bahan unik. Bagi penyuka wisata kuliner, beberapa stand di Kampung Banjar bisa didatangi.

Menikmati Makanan Khas Banjar

Diantaranya stand Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut. Bukan hanya memamerkan hasil kerajinan daerahnya, tetapi ada makanan hingga wadai (kue) Banjar yang nikmat. Baca Lanjutannya…

Jauh-jauh dari Lok Baintan

JARAK Banjarmasin dari Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar cukup jauh. Tapi itu tidak menyurutkan Aminah untuk turut memeriahkan Festival Budaya Pasar Terapung 2008.

Aminah adalah petani dari Desa Madang. Di tengah teriknya matahari, Aminah menyeka keringatnya sambil menunggui dagangannya beragam buah dan cabe di jukungnya.Pasar Terapung
(Pasar Terapung)

“Penjualan mulai pagi hari tadi cukup lumayan. Barang yang kami bawa, banyak yang terjual. Rata-rata suka buah buahan yang asli kami bawa dari Lok Baintan,” kata Aminah, saat disambangi di tepi dermaga khusus Pasar Terapung buatan di siring depan Gubernuran.

Baca Lanjutannya…