Usir Hujan Saat Pelantikan Bupati

 

Mulut Darmowijoyo komat-kamit mengucapkan kalimat dalam bahasa Jawa. Dia duduk bergeming. Tangannya  memegang kembang dan  hio (dupa khas China).  Itulah bagian ritual yang dilakukan lelaki sepuh asal Gunung Kidul, Yogyakarta, ini untuk ‘mengusir’ hujan. 

Bagi orang kebanyakan apa yang diucapkan lelaki ini tak ada artinya. Akan tetapi, tidak bagi Darmowijoyo. Kalimat-kalimat yang dibacanya itu mengandung makna khusus. Mantra itu lah yang dia pelajari turun-temurun sebagai doa memindahkan hujan. Baca Lanjutannya…

Lima Jenis Rotan Dilarang Diekspor

 

JAKARTA, BPOST – Pengusaha mebel  mengeluhkan mulai terbatasnya  rotan akibat bahan baku  untuk mebel dan kerajinan itu banyak yang langsung diekspor dalam bentuk mentah. Ekspor mebel rotan kini tinggal 10 persen dari sebelumnya.

“Di Cirebon misalnya, awalnya bisa mengekspor rata-rata 2.000 kontainer mebel rotan per bulan. Tapi ketika saya ke sana pada Agustus 2007, ekspor mebel rotan tinggal 200 kontainer karena bahan baku rotan banyak dieskpor ke luar,” ujar Menteri Perindustrian, Fahmi Idris pada pameran produk interior dan craft ICRAFT 2008 di Jakarta Convention Center, Rabu (18/6). Baca Lanjutannya…

20 Konglomerat Kuasai HPH

 

HUTAN tropis di Indonesia sejak 1997-2000 mengalami proses pengurangan atau deforestri. Jumlahnya tak tanggung-tanggung  mencapai 2,83 juta hektare per tahun. Ironisnya, setelah dikelompokkan, jumlah Hak Pengusahaan Hutan (HPH) ternyata hanya dimiliki sekitar 20 konglomerat kehutanan.

“Artinya, setiap konglomerat menguasai sumber daya hutan untuk dieksploitasi lebih dari satu juta hektare,” kata H San Afri Awang saat menyampaikan pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balai Senat UGM,  Selasa, (17/6). Ketua Jurusan Manajemen Hutan ini menyampaikan pidato berjudul “Deforestasi dan Konstruksi Pengetahuan Hutan Berbasis Masyarakat”. Baca Lanjutannya…

Anak Cacat Bisa di Sekolah Umum

BANJARBARU, BPOST – Anak cacat netra di Banjarbaru bisa mengecam pendidikan di sekolah umum. Mulai tahun ajaran ini, SMA 4 Banjarbaru membuka kelas khusus bernama program inklusi. Sosialisasi program itu dilaksanakan, Rabu (18/6). Dihadiri calon siswa cacat netra, calon pengajar dan pihak terkait di luar lingkungan sekolah. 

Plt Kepala Sekolah SMA 4 Banjarbaru Syahrudin, mengatakan, sekolah ini baru pertama kalinya akan membaurkan siswa cacat netra dengan siswa normal dalam satu kelas. “Meski sekolah umum, SMA 4 memiliki program inklusi yaitu pembauran program belajar bagi anak yang berkekurangan dengan anak normal,” katanya. 

Inklusi adalah program yang memungkinkan diterimanya siswa-siswa berkebutuhan khusus untuk belajar dan memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah biasa. 

Sebelumnya, sekolah ini sudah menjalankan semi inklusi. Sebanyak sepuluh anak yang lambat mengerti (slow learn) dibaurkan dengan siswa umum.  

Suharto, salah satu staf pengajar mengatakan, siswa-siswa khusus tersebut ternyata memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan siswa normal.

Itu terbukti, dari sepuluh orang siswa itu hanya dua siswa yang tak lulus Ujian Nasional (UN). (niz)

Kalsel Identik KALah SELalu

 

TIDAK terasa perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Samarinda, Kaltim semakin dekat. Sesuai rencana even tersebut digelar 6-17 Juli 2008.

Oleh:Rosihan Anwar SGz

Sudah beberapa kali even olahraga tingkat nasional itu digelar, namun tim dari Kalsel belum bisa masuk dalam lima besar perolehan medali emas. Pada PON XVI di Palembang, Kalsel berada di peringkat 13 secara nasional. Baca Lanjutannya…