Life Insurance Alternatif Investasi

Oleh: Zainal Abidin
Financial Advisor AXA Financial Indonesia

Life insurance pada hakikatnya adalah pelimpahan risiko (risk shifting) atas kerugian keuangan (financial lost) oleh ‘tertanggung’ kepada ‘penanggung’. Risiko yang dilimpahkan itu bukan hilangnya jiwa seseorang, melainkan kerugian keuangan sebagai akibat dari hilangnya jiwa seseorang, atau karena usia tua sehingga tidak produktif lagi.

Insurance salah satu lembaga keuangan nonperbankan, secara umum belum begitu dikenal dengan persepsi benar oleh masyarakat Indonesia.

Umumnya masyarakat hanya mengenal lembaga keuangan dalam bentuk perbankan sebagai sarana menabung. Sebaliknya di negara maju seperti Jepang, Hongkong, Cina, Amerika dan di Eropa, insurance adalah sebuah industri yang sangat populer.

Masyarakat di negara maju, life insurance menjadi pilihan progrma finasial yang diutamakan. Misalnya di Jepang, jumlah polis dengan masyarakatnya sangat jauh berbeda hingga mencapai 300 persen dengan perbandingan rata-rata satu jiwa memiliki tiga polis insurance. Sedangkan di Indonesia, yang memiliki polis tidak sampai enam persen dari jumlah penduduknya.

Industri insurance di Indonesia dewasa ini kian marak, karena pemodal berdatangan untuk melakukan investasi. Hal ini berpengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia, yakni perubahan prilaku dalam sikap finansial secara dramatis.

Masuknya grup besar life insurance company dunia, mendidik SDM Bangsa Indonesia yang bersumber pada intelektual barat dengan sarana training dan konsultasi dari advisor financial professional yang berpengalaman di bidang keuangan, sharing berbagai materi seputar finansial dan pertukaran informasi yang positif dan benar. Pelaku atau officer insurance yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui kegiatan direct selling mereka, secara langsung mendewasakan pengetahuan masyarakat tentang insurance. Masyarakat yang tadinya kurang banyak mengetahui life insurance, menjadi sadar pentingnya program finansial program yang ditawarkan beberapa insurance company dengan produknya.

Mendapatkan pengetahuan lengkap tentang life insurance, setidaknya akan mengubah pandangan seseorang. Kebutuhan life insurance yang esensial untuk keselamatan dalam beberapa proteksi, bisa berupa perlindungan atas kekayaan; membantu program masa depan dalam hal pendidikan dan masa pensiun; income kesehatan, perlindungan nilai ekonomi keluarga dan sebagainya.

Asuransi vs Bank

Di Indonesia, life insurance dengan sistem unit link populer pada 1990-an. Sebelumnya dengan sistem tradisional (asuransi jiwa murni) tanpa termasuk keuntungan investasinya. Profit yang bisa dinikmati client dengan sistem unit link, sangat memuaskan karena return of invesment yang terima sangat besar dibandingkan bunga deposito bank. Dana client yang disetorkan langsung dihubungkan dengan kinerja investasi life insurance company.

Life insurance company memiliki fund manager yang dipercayakan mengelola dana client dengan potensi keuntungan semaksimal mungkin. Sementara bunga deposito bank hanya berada pada kisaran 8,0 persen – 8,5 persen. Sedangkan rata-rata profit selama ini pada salah satu jenis investasi di unit link salah satunya equity, memberikan kepuasan lebih dari deposito bank berupa return of invesment. Semestinya selisih yang sangat jauh itu berpengaruh pada animo masyarakat terhadap pilihan investasi. Tetapi, life insurance sistem unit link tidak sepopuler penawaran produk deposito pada bank.

Fenomena ini salah satunya dipengaruhi persaingan pada industri life insurance sistem unit link. Calon client membandingkan nilai lebih investasi antara perbankan dan life insurance company. Untuk program finansial jangka menengah dan panjang, calon client cenderung memilih life insurance sistem unit link daripada deposito bank sebagai alternatif investasi.

Life insurance sistem unit link juga memiliki fasilitas investasi jangka pendek. Seorang client bisa menempatkan dana dalam waktu sementara. Setiap saat dana itu bisa ditarik, dengan pertimbangan melihat perkembangan fluktuasi harga unit yang menguntungkan. Karena harga unit selalu berubah setiap hari.

Selain profit berupa return of invesment, client juga menerima benefit dari life insurance. Antara lain uang pertanggungan life insurance, santunan RS, biaya operasi, perlindungan cacat tetap total, tabungan rutin dari insurance company untuk anak dan suami/istri bila pemegang polis meninggal atau cacat, uang pertanggungan dikeluarkan apabila tertanggung mengalami penyakit kritis, dan benefit lainnya. Sedangkan menabung di bank tidak memiliki benefit.

e-mail: patmaraga40@yahoo.co.uk


1 Komentar

  1. Wah…wah… pembahasan yang mendalam tentang life insurance. Salam dari Banjarbaru.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s