Pelabuhan Petikemas Siap Beroperasi

* Setahun target 250 ribu petikemas
* Pangkas jumlah tenaga kerja

Banjarmasin, BPost
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Banjarmasin tahun ini akan mengoperasionalkan pelabuhan petikemas baru yang terletak di samping Pelabuhan Trisakti.

Pelabuhan yang memiliki panjang 240 meter dengan lebar 36 meter tersebut, menurut General Manager PT Pelindo III Banjarmasin, Hairillah, akan mengalami penyempurnaan dengan memasang fasilitas pendukung dalam waktu dekat ini.

“Pelabuhan itu selesai tahun lalu dan berbagai fasilitas penunjang segera dibangun. Seperti kontainer crane akan datang dua buah dan secepatnya dipasang,” kata Hairillah saat Rapat Kerja Terbatas Tahun 2007 PT Pelindo III di Hotel Rattan Inn, Senin (9/4).

Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, jelas Hairillah, diharapkan Banjarmasin sejajar dengan pelabuhan lainnya di Indonesia seperti Semarang, Jakarta dan Surabaya.

“2006 lalu petikemas yang masuk mencapai 200 ribu box teus, dengan beroperasinya jumlah petikemas yang masuk akan meningkat menjadi 250 ribu box teus per tahun.

“Ini bisa terlaksana kalau alur Barito lancar dan masalah yang bisa menghambat tidak muncul seperti tenaga kerja bongkar muat (TKBM) bisa mengikuti perkembangan pelabuhan,” kata dia.

Pelabuhan petikemas ini, papar Hairillah, merupakan proyek padat modal, artinya banyak menggunakan teknologi sehingga tenaga kerja jumlahnya akan sedikit.

“TKBM harus bisa menyesuaikan, karena Pelindo III tidak bisa lagi bertahan dengan cara manual akan ketinggalan dengan daerah lain,” harapnya.

Feri Budi Hartono, Kepala Cabang PT Samudera Shipping Services Banjarmasin mengatakan, menginginkan pelabuhan petikemas baru cepat berfungsi, karena sudah merupakan kebutuhan.

“Kondisi pelabuhan yang lama sudah padat hampir 95 persen aktivitas pelabuhan untuk petikemas, dengan jumlah kapal 4-5 buah sehari,” katanya ditemui di kantornya, kemarin.

Selama ini, ungkapnya, kapal menunggu bisa bongkar di Pelabuhan Trisakti hingga seharian, biaya yang dikeluarkan pengusaha pelayaran mencapai Rp25 juta sehari. “Biaya itu untuk ongkos operasional selama seharian, juga bahan bakar minyak (BBM) dan lainnya,” kelauhnya.

Perhatikan Keamanan

Sementara itu, Ketua Persatuan Pelayaran Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kalsel, Gayo Samsudin menghendaksi kalau pelabuhan baru tersebut beroperasi segi keamanan harus diperhatikan benar-benar.

“INSA paling setuju pelabuhan baru tersebut difungsikan, karena dengan lima perusahaan petikemas saja Pelabuhan Trisakti tidak mampu menampung, apalagi kelau ada perusahaan baru,” kata dia di kantornya, kemarin.

Saat ini, papar Gayo, perusahaan pelayanan ada yang menggunakan window sistem, atau layanan tepat waktu yang mengutamakan kecapatan dan ketepatan. “Ini memperlukan waktu bongkar yang lebih cepat, dengan dioperasionalkan pelabuhan baru ini diharapkan tuntutan pengusaha bisa terlayani,” ujar Gayo. tri

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s