Presiden Bekukan IPDN

* Sepanjang tahun ajaran 2007-2008
* Dua dosen kena skors

Jakarta, BPost
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membekukan sementara pendaftaran praja baru tahun ajaran 2007/2008 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sikap tegas ini untuk menghapuskan budaya brutalisme di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Depdagri tersebut.

Instruksi itu dikeluarkan setelah presiden bertemu dengan Kapolri Jenderal Sutanto, Mendagri ad interim Widodo AS, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufik Effendi, Mendiknas Bambang Sudibyo dan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi, Senin (9/4).

Presiden pun meminta semua pihak untuk menerima keputusan pemerintah itu. “Lebih baik, kita tunda satu tahun, tapi kita yakin sistem baru yang kita terapkan berjalan dengan baik dan terhindar dari praktik-praktik kekerasan,” ujar Presiden dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta.

Selain memotong satu generasi, Presiden juga meminta agar militerisasi di kampus pencetak pamong praja itu dihapuskan. “Lulusan IPDN ini mau jadi apa to? Kan lulusan IPDN akan menjadi pelayan dan pemimpin masyarakat. Justru diperlukan kepemimpinan yang persuasif,” ujar Presiden.

Wakil Ketua Komisi II DPR Ida Fauziah menilai keputusan presiden tersebut sangat tepat. “Keputusan pemerintah ini sejalan dengan pemikiran teman-teman Komisi II. Tapi jangan hanya berhenti di wacana, tapi harus dibuktikan,” ujar Ida.

Tentang nasib IPDN setelah tidak menerima mahasiswa baru selama 1 periode, Ida menyatakan perlunya segera dilakukan pertemuan antara Komisi II, Komisi X, Depdagri, dan Depdiknas untuk merumuskan IPDN.

Wakil Ketua Komisi X yang membidangi masalah pendidikan, Prof Anwar Arifin mengatakan, ada tiga opsi yang ditawarkan DPR. Yakni melebur IPDN dan menjadikannya di bawah naungan Depdiknas, dijadikan lembaga swasta, atau melikuidasi alias dibubarkan. Komisi X sendiri memandang opsi pertama lebih elegan, yakni melebur IPDN.

Diskorsing

Terkait nasib para dosen, Yudhoyono menyerahkan sepenuhnya pemberhentian tugas kepada Mendagri.

Yang menarik, terkait tindakan terhadap seorang dosen yang selama ini dikenal vokal memaparkan realitas di IPDN, Inu Kencana Syafii. Mendagri Ad Interim Widodo AS justru mengatakan, pihaknya memberikan skorsing kepada Inu Kencana, serta Handi Asikin. Sanksi itu semata-mata untuk memperlancar proses investigasi.

“Tadi saya sudah mendapat penjelasan dari Pembantu Rektor I IPDN. Kebijakan untuk meminta dua dosen itu tidak mengajar sementara terkait dengan proses pemeriksaan hukum yang sedang berjalan,” ujar Widodo.

Mendagri juga berjanji melakukan pengawasan 24 jam terhadap para praja. “Banyak kegiatan yang terprogram dan ada juga yang tidak terprogram. Di antara kegiatan yang tak terprogram itu adalah wahana bina praja (kumpul-kumpul). Kegiatan ini dilakukan oleh praja tanpa melibatkan pengawas,” ujarnya.

Mendagri mengakui jumlah pendidik di IPDN tidak memadai. “Jumlah praja dari tingkat satu hingga tiga sebanyak 4.493 orang dan pengasuh 112 orang. Ini tidak memadai. Apalagi pengawas yang ada di lapangan hanya 88 orang,” ujarnya.

Masih Dibutuhkan

Meski IPDN sedang dicerca, Badan Kepegawaian Daerah (BDK) Banjarmasin memiliki penilaian lain terhadap institusi tersebut.

Menurut Kepala BKD Kota Banjarmasin, Nispuani, bagaimana pun lulusan IPDN masih dibutuhkan.

“Saya akui pegawai dari lulusan IPDN memiliki kualitas yang lebih baik dan dapat dipertangung jawabkan, baik dari segi kedisiplinan maupun kegesitan saat melaksanakan tugas,” akunya.

Selain itu, pengetahuan dan pemahaman tentang tata pemerintahan dan ilmu pemerintahan juga mumpuni.

“Kalau soal pengetahuan tentang kepemerintahan tak usah diragukan lagi dan itu sudah terbukti dilapangan,” ujarnya.

Diungkapkan Nispuani, tiap tahun Pemko Banjarmasin hanya mendapatkan jatah dua atau tiga lulusan IPDN.

“Sampai tahun ini saja kita baru miliki 30 orang lulusan IPDN. Untuk tahun ini kita tidak mendapat jatah lulusan IPDN. Yang mendapat justru provinsi,” akunya.

Dipaparkan pula, dalam dua tahun terakhir, Pemko Banjarmasin sama sekali tidak mendapat jatah mengirimkan calon praja ke IPDN. Sayang, ia tidak tahu alasanya. JBP/yat/ck6/dtc/rmc

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s