Mereka Telah Kembali

Banyak orangtua yang merasa lega dan tidak menyembunyikan kegembiraannya, setelah mengetahui anaknya kembali menjadi pemeluk Islam. Sebelumnya, anak mereka ikut menjadi pengikut Ahmad Moshaddeq yang mengaku sebagai rasul dari ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah. Ajaran yang dinilai menodai agama resmi yang ada di Indonesia, sehingga meresahkan masyarakat.

Namun, pengikutnya cukup banyak. Bahkan beberapa generasi muda yang berpendidikan dan berpola pikir akademik, bersedia menjadi pengikutnya. Lebih itu, sebelumnya mereka menolak untuk bertobat. Tidak jelas, apa yang mempengaruhi pikiran mereka sehingga tidak mau kembali ke agama yang semula dianutnya. Hingga akhirnya, setelah diberikan pengertian mereka bersedia bertobat dengan penuh kesadaran, Pertobatan yang dilakukan untuk mengikuti seruan ‘rasul’ mereka, Moshaddeq yang lebih dulu bertobat dengan mengucapkan dua kalimah syahadat sesuai Ajaran Islam, menjadi tidak penting.

Sebenarnya, di negeri ini Indonesia, semua penduduknya dijamin dan diberi kebebasan beragama. Sebagaimana dituangkan dalam Undang Undang Dasar 1945, yakni: Semua orang berhak untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Lagi pula secara umum, pemerintah menghormati kebebasan beragama. Tetapi itu bukan berarti, kita bebas menyalahgunakan jaminan dan kebebasan yang diberikan itu. Ada pembatasan terhadap beberapa jenis kegiatan keagamaan dan agama yang tidak diakui, salah satunya diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Berkaitan dengan ajaran Al Qiyadah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan aliran itu menyimpang dan merupakan penodaan terhadap agama. Sebab, ajaran pokok Islam tidak dilaksanakan. Seperti shalat dan puasa Ramadhan. Padahal, Islam dengan jelas dan tegas menyatakan kedua hal itu adalah Rukun Islam yang wajib dikerjalan oleh setiap muslim.

Berdasarkan hal itu, maka tindakan yang dilakukan Moshaddeq itu jelas merupakan tindak pidana kejahatan dan harus dihukum dengan hukuman penjara sebagaimana ditegaskan Pasal 156a KUHP khsususnya butir a tentang penodaan agama dan Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan bagi orang lain –dalam hal ini muslim–, yang sampai saat ini belum pernah dicabut. Selain itu, perbuatan mereka bertentangan dengan UUD 1945 sebagai sumber hukum di Indonesia, dan beberapa peraturan lainnya.

Pasal 156a KUHP menyatakan: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: (a) yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. Pasal 335 ayat (1) ke-1 menyatakan: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya atau satu tahun atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah: ke-1. barangsiapa dengan melawan hukum memaksa orang lain untuk membuat, tiada membuat atau membiarkan barang sesuatu dengan kekerasan, dengan perbuatan lain, atau dengan perbuatan yang tidak menyenangkan atau dengan ancaman kekerasan, ancaman perbuatan lain atau ancaman perbuatan yang tidak menyenangkan baik terhadap orang itu, maupun terhadap orang lain. Artinya, penodaan agama termasuk pelanggaran hak asasi manusia. Dalam hal ini, perbuatan yang tidak menyenangkan orang lain.

Dengan kembalinya pengikut Al Qiyadah ke agama mereka sebelumnya, harus kita hargai. Terlepas kembalinya mereka dengan bertobat itu disertai keihklasan dan hati tulus, atau tidak. Lebih dari itu dan yang penting mereka menyadari bahwa tindakan mereka –melakukan penodaan terhadap agama khususnya yang ada di Indonesia– itu adalah salah.

Sebagai sesama umat beragama, kita harus menerima mereka yang telah bertobat itu dengan harapan mereka kembali taat menjalankan perintah agama: melaksanakan semua perintah Nya dan menjauhi setiap larangan Nya. Bukankah, setiap umat yang beriman kepada Allah, harus mengabdikan kehidupannya dengan melaksanakan semua yang diajarkan agamanya. Bukan sebaliknya, menyimpang dari ajaran agama. Apalagi sampai mengaku sebagai nabi dan rasul. Semua muslim di dunia ini percaya, Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul penghabisan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s