Inu Mendadak Dimutasi

• Berencana Keluar dari PNS

JATINANGOR, BPOST – Dua kalimat penuh makna tercantum di buku IPDN Undercover, “Allah, aku berada di titik nol. Sedangkan Engkau pada kemampuan tak terhingga.” Penulisnya, Inu Kencana Syafiie.

Pria bertubuh kecil ini sangat dikenal di negeri ini. Dia selalu tampil terdepan mengungkap kebobrokan dan kekerasan sistemik di kampus pencetak calon birokrat ini.

Secara mendadak dia dimutasi dari dosen IPDN ke departemen dalam negeri (Depdagri). Dia akan menjadi pejabat eselon III di departemen yang dipimpin mantan Gubernur Jateng, Mardiyanto ini. Pelantikan Inu sebagai pejabat ini dilakukan Kamis (8/5).Apa sikap Inu? “Ini kehancuran terbesar dalam hidup saya,” ujarnya begitu telepon dari BPost tersambung. Padahal saat itu BPost belum sempat mengajukan pertanyaan.

“Saya hari ini (kemarin) dilantik menjadi eselon tiga di Ditjen Otonomi Daerah Depdagri. Ini pembungkaman dan pengebirian terhadap diri saja. Saya sengaja dijauhkan dari sejumlah persoalan (di IPDN) yang sekarang makin banyak. Kamarin anak orang (praja) mati lagi kan,” katanya.

Anak orang yang dimaksud Inu adalah Chris Bernard, praja asal Kalteng yang meninggal dunia beberapa hari lalu. Chris meninggal diduga akibat kelebihan alkohol dalam tubuhnya.

Juru Bicara Depdagri Saut Situmorang mengatakan Inu dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penataan Daerah pada Puslitbang Otonomi Daerah, Depdagri. “ Pemindahan itu sesuai Keputusan Mendagri tanggal 30 April 2008,” katanya.

Menurut Saut, Lektor Kepala IPDN itu dinilai memiliki kapasitas mengembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan. Dia membantah pemindahan ini berkaitan dengan kritikan Inu terhadap IPDN atau Departemen Dalam Negeri.

“Penempatan personel di satu lembaga pasti memperhitungkan kapasitas yang dimiliki personil itu,” katanya.

Menyinggung mutasi ini terkait laporan Inu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan korupsi pembangunan barak praja IPDN sebesar Rp 35 miliar, Saut memastikan mutasi tak akan menghalangi pengusutan kepolisian. “Itu kan masalah individu, bukan dengan lembaga,” katanya.

Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh menambahkan pemindahan Inu bertujuan agar proses pembenahan di kampusnya lancar. Inu dianggap sebagai orang yang terus melubangi perahu yang sedang dinaiki sehingga perubahan di IPDN sulit terjadi.

“Permasalahannya ketika IPDN sedang sedang bebenah diri, Inu terus berbuat sesuatu yang kita sulit untuk melangkah. Ibaratnya kita sedang naik perahu, kita mengayuh agar bisa sampai seberang, tapi ada yang terus melubang-lubangi. Nah kita tidak bisa sampai tujuan. Nah Pak Inu melakukannya. Jadi karena kita tidak bisa jadi tim, ya sudah,” ujar Kaloh

Namun Inu berpendapat lain, jabatan barunya dapat menjauhkannya dengan praja yang selama ini dekat dengan aktivitasnya.

“Saya sengaja dijauhkan dari persoalan narkoba dan persoalan-persoalan lain yang selama ini belum terungkap di IPDN,” kata Inu.

“Yang aneh, saat saya dilantik oleh Irjen Depdagri (Seman Wijoyo), dalam pidatonya dia meminta saya menjalankan jabatan dengan baik, jangan mengurusi orang lain dan menjaga rahasia negara. Apa yang saya lakukan kan untuk mengungkap kebobrokan,” lanjut Inu.

Meski bersedia dilantik, Inu mengisyaratkan mundur dari PNS. “Saya dalam dua tiga hari ini akan membuat surat pengunduran diri dari PNS. Saya mempersiapkan jadi pengangguran nih,” katanya sambil tertawa.

Dia pun mengaku keputusan mendadak ini mengubah rencana-rencana yang telah ditetapkan bersama istrinya.

“Kan saya seumur-umur belum punya rumah. Nah, beberapa saat lalu, saya mengredit rumah dan telah bayar DP (down payment/uang muka), tahu seperti ini akan saya tarik lagi tidak jadi. Uangnya saya pakai untuk menyelesaikan sekolah doktor saya, yang hampir beres . Jadi saya siap-siap jadi gelandangan,” tuturnya.

Apa rencana setelah mundur? “Mungkin saya nanti akan ke Kalimantan. Jujur saja saya sedih,” tukas Inu.(TJ/rai/Persda Network/yat/tic)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s