Mimpi Hillary Berakhir

WASHINGTON, BPOST – Bakal calon presiden Amerika Serikat asal Partai Demokrat, Hillary Clinton di ambang kekalahan. Kemenangannya di pemilihan pendahuluan di Indiana tak mengubah nasibnya. Rivalnya, Barack Obama, tetap lebih unggul.

Media-media di AS pun menulis, mimpi Hillary menuju Gedung Putih telah berakhir. Media terkemuka ABC pun menyatakan pertarungan telah berakhir. “Kita sekarang tahu siapa yang akan menjadi kandidat Demokrat, dan tak seorang pun yang akan menyangkalnya,” tulisnya.

Obama meraih kemenangan telak di North Carolina pada 6 Mei 2008 lalu. Pada pemilihan di negara bagian Indiana yang digelar pada hari yang sama, Hillary hanya menang tipis atas Obama.

Hasil tersebut kian menipiskan peluang Hillary untuk keluar sebagai pemenang nominasi Partai Demokrat. Mantan ibu negara AS itu harus mengubur dalam-dalam mimpinya untuk menjadi perempuan presiden pertama AS.

Sebaliknya, Obama diprediksi terus melaju tak terbendung dengan perolehan jumlah delegasinya. Sesumbar pun dilontarkan Kepala ahli strategi Obama, David Axelrod. Dia mengatakan, kubunya sudah mulai berkampanye melawan John McCain yang mewakili Partai Republik.

Sejauh ini, perolehan delegasi Obama telah mencapai 1.842 delegasi. Sedangkan Hillary mendapat 1.692 delegasi. Dalam perolehan suara populer, Obama mengumpulkan sekitar 49.500.000 suara dan Hillary mendapat sekitar 47.400.000 suara.

Untuk terpilih menjadi wakil partai dalam pemilihan presiden, kandidat harus meraih setidaknya 2.025 delegasi. Ini artinya Obama, hanya membutuhkan 200 delegasi lagi untuk keluar sebagai pemenang.

Namun, Hilarry belum melempar handuk. Demi mengejar ketertinggalannya, dia merogoh kocek sendiri untuk bisa terus berlaga. “Saya tetap bertahan di ajang ini. Masih terlalu dini untuk mundur,” kata Hillary seperti dilansir Daily Telegraph.

Ketat
Obama hampir dipastikan bakal menjadi wakil Partai Demokrat dalam Pilpres AS, November 2008 mendatang. Jika itu benar terjadi, Senator Illinois itu akan berhadapan dengan John McCain, kandidat Partai Republik.

Menurut para pengamat, pertarungan Obama melawan McCain akan menjadi duel kepresidenan AS paling menentukan setidaknya sejak 1980. Ini dikarenakan perbedaan kontras antara kedua rival.

Salah satunya adalah selisih usia yang begitu jauh antara kedua kandidat. Obama berumur 46 tahun sedangan McCain telah menginjak 71 tahun. Ini akan menjadi selisih umur terjauh dalam sejarah pilpres AS. Rekor saat ini adalah ketika pilpres 1996, yakni Bob Dole yang usianya 23 tahun lebih tua daripada Bill Clinton.

Kampanye Obama dan McCain akan dibedakan antara perubahan melawan pengalaman dan orang baru melawan orang teruji. Obama akan berupaya membuat McCain terlihat munafik dan doyan perang. Sedangkan McCain akan menyebut-nyebut Obama naif, tidak berpengalaman, liberal dan anak yang sedang bermimpi.

Dalam polling terbaru Rasmussen, Obama secara nasional hanya unggul satu poin atas McCain. Obama meraih 45 persen suara sedangkan McCain sebanyak 44 persen suara. (ap/afp/bbc/dt)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s