Shalat Tasbih

Oleh: KH.Husin Naparin,Lc.MA

Suatu ketika seseorang datang kepada penulis. Dengan bangga dan berapi-api dia mengatakan dulu rajin shalat tasbih. Tetapi kini itu dia hentikan karena mendengar seorang penceramah yang mengatakan hadits tentang shalat tasbih adalah daif.

Penulis tercenung akan keterangannya ini, lalu mencoba membuka buku-buku tentang shalat tasbih dan hadits-haditsnya. Syekh Sayyid Sabiq dalam bukunya yang terkenal Fiqh Sunnah menegaskan hadits shalat tasbih diriwayatkan oleh banyak jalan. Yang terbaik adalah dari Ikrimah, diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya dan juga oleh Tabrani.Beliau menambahkan bahwa hadits ini dianggap sah oleh para ahli hadits di antaranya Hafizh Abu Bakar al-Ajiri, Syekh Abu Muhammad Abdurrahim Misri, Syekh Hafizh Abdulhasan Maqhaqi-rahimahullah. Selain itu hadits ini diriwayatkan pula oleh At Tirmizi dan Al Baihaqi.

Penulis mencoba mengecek kitab-kitab hadits tersebut ternyata memang ada. Terakhir penulis menemukan dalam kitab Shahih Al Matjar Al Rabih fi Tsawab Al Amal Al Shaleh, pada halaman 92 dan 93, penulisnya, Al Hafiz Al Dimyati (wafat 705 H), dengan tegas menyatakan hadits shalat tasbih bernilai “hasan”.

Jika diterjemahkan hadits itu berbunyi demikian, “Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdulmuttalib; Wahai Abbas, pamanku, sukakah paman kuberi, kukaruniai, kuberi hadiah istimewa, kuajari sepuluh macam perbuatan yang dapat menghapus sepuluh macam dosa. Jika paman mengerjakan itu maka Allah mengampuni dosa-dosa paman, baik yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tanpa sengaja dan yang sengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi dan yang terang-terangan. Sepuluh kelakuan itu adalah sembahyang empat rakaat, tiap rakaat membaca Al Fatihah dan surat, selesai membaca itu dalam rakaat pertama lalu bacalah di kala masih berdiri:

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallaah wallahu akbar”, lima belas kali. Kemudian ruku’ dan baca seperti itu sepuluh kali. I’tidal dari ruku’ baca lagi sepuluh kali. Kemudian sujud dan baca lagi sepuluh kali. Lalu angkat kepala dari sujud, baca pula sepuluh kali. Kemudian sujud lagi dan baca pula sepuluh kali. Kemudian angkat kepala dari sujud (sebelum berdiri) di waktu duduk ,baca lagi sepuluh kali.

Dengan demikian jumlahnya ada tujuh puluh lima kali tasbih yang harus dikerjakan dalam setiap rakaat dari keempat rakaat itu. Jika dapat mengerjakan sekali dalam sehari, kerjakanlah. Jika tidak dapat, kerjakan sejumat sekali. Kalau tidak dapat pula, setahun sekali dan kalau masih tidak juga, maka sekali dalam seumur hidup.”

Penulis bertanya-tanya apakah orang yang mengatakan daif itu salah dengar. Kalau benar ada penceramah yang mengatakan hadits itu daif, apakah yang bersangkutan melakukan telaah komprehensif ataukah hanya mendengar-dengar. Bukankah jauh sebelumnya para ahli telah menyelidikinya dan berkesimpulan bukan daif. Kalaupun juga daif, apakah salah orang yang mengamalkan hadits daif? Berapa banyak pelaksanaan ibadah menjadi bergairah, kendati hanya didukung hadist daif? Dan jika hadist daif ditinggalkan, ibadah menjadi gersang. Kalaupun ada orang yang tidak mau mengamalkan hadits daif, memang tidak mengapa karena juga sunat; tetapi kiranya jangan meremehkan orang lain mengamalkannya. Penulis heran ada orang yang bila mendengar hadits daif, ia menjadi ribut sepertinya dunia mau kiamat.

Alangkah besarnya fadilat shalat tasbih, alangkah ruginya jika ditinggalkan oleh orang yang sudah membiasakannya. Ibnu Mubarak berkata:”Shalat tasbih itu dianjurkan sekali, sunat untuk diulangi setiap waktu dan jangan diabaikan begitu saja.”

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s