Tarif Angkutan Maksimal Naik 15 Persen

• Organda Banjarmasin Masih Menunggu

JAKARTA, BPOST
– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang bakal ditetapkan pemerintah, dipastikan akan mengerek tarif angkutan umum. Jauh-jauh hari, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menegaskan,  tarif angkutan darat antar-kota antar-provinsi (AKAP)  maksimal naik sebesar 15 persen.

“Kenaikan diusahakan tidak boleh lebih dari 15 persen. Pelaksanaannya menunggu keputusan kenaikan harga BBM dulu,” kata Jusman usai melepas Tim Ekspedisi 92 Pulau Terdepan Nusantara di Jakarta, Kamis (8/5).Menurutnya,  saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sedang menunggu keputusan kenaikan harga BBM yang diperkirakan terjadi pada Juni depan. Dikatakan, sudah ada formula kenaikan tarif yang akan dilaksanakan.

“Kita sudah ada paketnya. Tinggal lihat berapa kenaikan BBM, apakah 20 persen, 25 persen atau 30 persen. Nanti tinggal dihitung berapa kenaikannya, “ tambah Jusman.

Kenaikan tarif  tidak boleh melebihi 15 persen, katanya, agar tidak terlalu mengganggu perekonomian. “Transportasi adalah bagian dari masyarakat berbisnis. Mereka mencari keuntungan dengan menumpang kendaraan, jadi tarif tidak boleh naik tinggi-tinggi,” kata Jusman.

Pemerintah, jelasnya, akan mengawasi secara ketat penerapan tarif ini. “Saya akan tegur operator yang tetapkan tarif di atas batas yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Menanggapi keputusan yang akan diambil Menteri Perhubungan, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DPC Banjarmasin,  H Rustam Effendi mengatakan, pihaknya masih akan menunggu sampai keputusan naiknya BBM diumumkan

“Kita tunggu saja dulu, karena harus melihat situasi dan kondisi di lapangan nantinya bila BBM naik. Kalau memang ada keputusan batasan kenaikan maksimal dari Menteri, di daerah kita akan mencoba menyesuaikan dengan melihat situasi dankondisi,” ujarnya.

Namun menurutnya, hasil musyawarah DPD Organda  dengan pihak Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel dalam penetapan tarif, yang disetujui bisa lebih besar atau lebih kecil dari yang ditegaskan menteri. Karena itu terkait dengan kesulitan mendapatkan BBM solar yang dialami AKAP.

“Di tempat kita juga mendapatkan solar lebih susah. Bahkan dulu kan pernah ada demo AKAP karena pembatasan pembelian solar di SPBU padahal untuk mendapatkan solar SPBU di luar kota sangat sulit,  karena banyaknya antrean truk batu bara,” tandasnya.

Sebelumnya  Rustam memperikiarakan, kenaikan tarif angkutan sesuai dengan besar kenaikan BBM. “Misal BBM naik sekitar 30 persen, kenaikan tarif jasa angkuatan akan menyesuaikan sekitar  itu juga, tapi itu melalui rapat dan SK gubernur,” ujarnya. (Persda Network/ewa/ff)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s