Bocorkan Soal, Penjara!

BANJARMASIN, BPOST – Siapa yang berani membocorkan soal ujian, baik tingkat SMA, SMP maupun SD, akan berhadapan dengan hukum. Tak hanya guru, polisi sekalipun akan dipidana bila terbukti menyebarkan soal.

Hal itu ditegaskan Koordinator Ujian Nasional (UN) Kalimantan Selatan 2008, AKBP Eget G, menanggapi rumor terjadinya kebocoran soal ujian untuk SMP pada Rabu dan Kamis lalu.

“Kalau sampai ada yang membocorkan soal, akan kita pidanakan! Apakah itu guru atau polisi sekalipun,” tegas Ebet, Sabtu (9/5). Namun, menurut Kasat I Intel Polda ini, hingga saat ini rumor itu tidak terbukti dan ada indikasi hanya ulah orang yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, secara menyeluruh pelaksanaan UN di Kalsel berjalan aman dan tertib. Isu apapun yang berkembang di lapangan, imbuh Ebet, anak buahnya langsung kroscek, seperi yang diinformasikan seorang wartawan elektronik Rabu lalu tentang adanya kebocoran.

Pengamanan UN, dikatakan Ebet, melibatkan seluruh jajaran Polda Kalsel di 13 Kabupaten Kota, termasuk juga Tim Pemantau Independen (TPI).

“Jumat Jumat lalu pukul 07.00 Wita, soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk SD sudah kita didistribusikan, soal tersebut disimpan di Polres dan Polsek, sebagian ada juga di Dinas Pendidikan di kabupaten,” jelasnya.

Sejauh ini, pendistribusian soal, ungkap Ebet, berjalan aman dan lancar. Soal tersebut sudah sampai ke daerah sesuai prosedur dan jadwal yang ditetapkan.

Ebet kembali menegaskan, kalau ada yang berani berbuat tidak curang dengan cara membocorkan soal, Polda akan memenjarakan yang bersangkutan.

Terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Herman Taufan, sempat mendengar adanya isu tersebut. Bahkan Wakil Kepala Dinas Hj Helena, langsung melakukan pengecekan di Banjarbaru, seperti yang diinformasikan namuan hasilnya nihil.

Herman menegaskan, kalau memang terjadi kebocoran yang bersangkutan akan berhadapan dengan polisi. Sedang dari Dinas sendiri pasti akan memberikan sanksi administratib kepada orang yang berani berbuat tidak senonoh tersebut.

Helena mengungkapkan, sebenarnya tidak hanya kepolisian atau TPI dan Dinas Pendidikan yang bertanggung jawab atas kelancaran UN, masyarakat umum juga media juga terlibat di dalamnya.  (dua)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s