Pelangsir Tentukan Harga

BARABAI, BPOST – Harga premium (bensin) tingkat eceran di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tidak menentu. Seakan tak mau kalah dengan emas, harga bahan bakar yang satu ini juga mengalami perubahan setiap hari. Kadang Rp 6.000, kadang sampai Rp 7.000 dan pernah juga kembali ke harga normal Rp 5.000 perliter.

Sejumlah pengecer yang berhasil ditemui BPost, Sabtu (10/5) mengatakan, kios eceran mereka yang dua hari lalu sempat kehabisan stok bensin, dua hari terakhir tidak lagi. Rata-rata mereka sudah mendapat pasokan dari pelangsir langganan mereka.

Namun, karena harga di tingkat pelangsir naik turun, mereka terpaksa mengikuti agar tetap untung. Jika menjual Rp 6.000 per liter masih memungkinkan dapat untung, maka harga jual itulah yang mereka terapkan. Tapi apabila harga belinya sudah di atas Rp 6.000 per liter, mau tidak mau mereka terpaksa menjual dengan harga Rp 7.000 per liter.

“Kamis lalu kita jual dengan harga Rp 6.000 per liter, namun hanya satu hari, besok harinya kita terpaksa menjual Rp 7.000 per liter, maklum harga belinya juga sudah mahal makanya kita terpaksa menaikkan harga,” terang Udin, salah satu pengecer bensin di Pantai Hambawang.

Kendati sempat melonjak hingga Rp 7.000 perliter pada Jumat lalu, Sabtu kemarin Udin mengaku sudah kembali menjual bensin dengan harga Rp 6.000 perliter.

Salah seorang warga yang sempat beruntung bisa menikmati harga eceran normal Rp 5.000 per liter adalah Ilham., warga Kompleks Bulau Indah. Kendati rata-rata pengecer di kota Barabai sudah menjual bensin seharga Rp 6.000 perliter sejak Kamis-Sabtu kemarin, Ilham mengaku sempat menemukan pengecer yang menjual dengan harga Rp 5.000 perliter.

“Tadi pagi saya jalan-jalan ke arah Desa Mandingin, kebetulan bensin motor saya hampir habis, makanya saya mampir di salah satu kios BBM yang ada di desa itu. Harganya hanya Rp 5.000 seliter,” ujar Ilham.

Pemandangan di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kabupaten HST hingga kemarin, antrian panjang sudah menghiasi sejak pukul 06.00 Wita setiap harinya. Selama bensin atau solar yang dijual SPBU tersebut belum habis, antrean akan terus mengular hingga mencapai satu kilometer.

Seperti di SPBU Pasar Keramat Barabai, akibat banyaknya antrean dan rentan memicu kesalahpahaman, pihak Polres HST terpaksa menyiagakan anggotanya untuk berjaga di tempat tersebut. Pun dengan tiga SPBU yang lain, dengan tingginya harga eceran yang lebih mahal Rp 1.500 dibandingkan harga SPBU, tidak sedikit warga yang memilih antre berjam-jam kendati hanya mendapatkan 2-3 liter bensin.

Dari pantauan, antrean panjang kendaraan roda empat yang meluber sampai ke jalan raya, menyebabkan kemacetan. Di SPBU Sungai Rangas dan SPBU Kapuh Padang yang letaknya di tepi jalur jalan provinsi, antrean sepanjang satu kilometer sempat mengganggu arus lalu lintas.(yud)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s