Penambangan Dekati Gua Marmer

PELAIHARI, BPOST – Objek wisata Gua Marmer di Desa Sungai Bakar Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut kian terancam. Penambangan bijih besi yang beroperasi di sekitar kawasan itu semakin mendekati mulut gua.

Menurut warga setempat, plang larangan di depan mulut gua dicoret-coret.

Warga itu mengaku telah melaporkan permasalahan tersebut ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanah Laut. Dia berharap permasalahan itu segera ditindak serius, agar objek wisata Gua Marmer tetap terjaga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Tala, Syarifuddin mengaku telah menerima laporan dari warga Sungai Bakar sepekan lalu dan telah turun ke lapangan.

“Jarak penambangan sudah dekat dengan mulut gua, kurang dari 200 meter. Mestinya aktivitas penambangan tak boleh menjamah rentang jarak itu. Masalah ini sebenarnya sudah lama kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk dengan PD Baratala,” ucap Syarifuddin.

PD Baratala adalah pemegang izin kuasa pertambangan (KP) Kecamatan Pelaihari. Salah satu arealnya berada di Desa Sungai Bakar. Perusahaan milik Pemkab Tala ini menggandeng pihak ketiga melalui pemberian SPK (surat perintah kerja).

Penambangan bijih besi di desa itu telah beroperasi kurang lebih sejak tiga tahun silam. Objek wisata ini kian kehilangan pengunjung menyusul sulitnya akses, karena di jalur masuk dipasang portal oleh penambang.

Belum lama tadi, lima rumah warga di Desa Sungai Bakar yang berada di dekat sungai, diterjang air bah. Air bah ini diduga berasal dari tambang menyusul jebolnya tanggul.

Syarifuddin mengatakan sejak kejadian itu, pihaknya melayangkan surat ke pihak terkait; Dinas Pertambangan, Kantor Lingkungan Hidup, dan PD Baratala.

“Dalam rapat cofee morning belum lama tadi masalah itu sudah saya sampaikan. Alhamdulillah laporan yang saya terima, penambangan di dekat mulut gua sudah berhenti,” ucap Syarifuddin.

Direktur Operasional PD Baratala Beben Umbara, Selasa (6/5),  menegaskan penambangan tetap berada di areal tambang, tidak sampai menjamah wisata Gua Marmer. “Sudah lama penambangan tidak lagi di titik dekat mulut gua,” ucap Beben.

Beben mengatakan beberapa pekan lalu memang ada alat berat beroperasi di dekat mulut gua. Namun bukan menggali bijih besi, tetapi membangun badan jalan wisata sebagai pengganti jalan yang telah rusak oleh aktivitas tambang.(roy)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s