Tak Ingin di Taman Pahlawan

• Ali Sadikin-SK Trimurti Tutup Usia

JAKARTA, BPOST – Dua tokoh nasional meninggal dunia dalam waktu bersamaan, Selasa (20/5) petang. Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Letjen TNI (Pur) Ali Sadikin dan saksi pembacaan proklamasi, SK Trimurti.

Ali Sadikin yang biasa disapa Bang Ali juga dikenal sebagai seorang tokoh kelompok Petisi 50. Kelompok ini dikenal sangat kritis terhadap rezim Orde Baru. Dia menghembuskan napas terakhir di RS Glen Eagle Singapura setelah dirawat selama satu bulan.

Kepada BPost, putra sulung Ali, Boy Bernadi Sadikin mengatakan ayahnya meninggal setelah lama mengalami gangguan pada ginjal, empedu dan lever.

“Sebelumnya, bapak sempat dirwat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Karena makin kritis, Bapak dipindah ke Singapura. Dia adalah figur bapak yang tegas. Saat ini yang menjaga adik saya, Irawan Hernadi Sadikin,” kata Boy. Selain keduanya, tiga anak Ali lainnya adalah Edi Trisnadi Sadikin, Benyamin Irwansyah Sadikin dan Yasser Umarsyah Sadikin.

Satu pesan Ali yang sangat diingat Boy adalah permintaan selalu melihat ke ‘bawah’. “Bapak sering mengatakan hidup kami sudah beruntung dari yang lain. Itu pesan bapak yang selalu saya ingat,” ungkapnya.

Selain itu, Boy juga menuturkan ayahnya pernah berpesan ingin dimakamkan dalam satu liang dengan sang istri pertama, Nina Arnasih. Pascameninggalnya Nina pada 1986 silam, Ali menikah lagi dengan Linda Mangan.

“Bapak enggan dimakamkan di TMP Kalibata. Bapak ingin dikubur satu liang dengan ibu. Bapak bilang, kalau saya meninggal, tolong dikubur di Tanah Kusir, saya tidak mau di Taman Kalibata,” ujar Boy.

Ali yang lahir pada 7 Juli 1027 ini adalah salah seorang gubernur DKI Jakarta yang berjasa mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern.

Di bawah kepemimpinannya, Jakarta mengalami banyak perubahan dengan berdirinya gedung Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Anco, Taman Ria Monas, Taman Ria Senayan dan pembangunan kota satelit Pluit di Jakarta Utara serta pelestarian budaya Betawi di Condet.

Dia juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi Jakarta, setiap 22 Juni. Pada acara ini, budaya Betawi bak hidup kembali dengan ditampilkannya kesedian ondel-ondel, lenong, dan tari topeng. Bermacam makanan khas Betawi pun disajikan.

Untuk memperbaiki sarana transportasi dia mendatangkan banyak bus kota dan menata trayek, serta membangun halte bus yang nyaman. Di bawah kepimpinannya, Jakarta berkali-kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional.

Salah satu kebijakan Ali yang kontroversial adalah mengembangkan hiburan malam dengan berbagai klab malam, mengizinkan diselenggarakannya perjudian di kota Jakarta dengan memungut pajaknya untuk pembangunan kota, serta membangun kompleks lokalisasi Kramat Tunggak.

Wartawati
Sedangkan SK (Soerastri Karma) Trimurti (96) meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta karena faktor usia.

Dia adalah seorang wartawati, penulis, pengajar, dan istri dari Sayuti Melik, pengetik naskah proklamasi. Trimurti juga pernah menjadi menteri perburuhan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.

Perempuan ini juga dikenal sebagai kader Partindo, sehingga pernah dipenjarakan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1936 di Semarang, Jateng. Selepas dari penjara, dia menjadi wartawati dan menulis di majalah Pikiran Rakyat, Pesat, Bedug dan Genderang dengan nama samaran Karma atau Trimurti.

Namun, karena kritikan kerasnya lewat tulisan, dia kembali dipenjara selama empat tahun sejak 1939. Dari perkawinan dengan Sayuti Melik lahir dua orang putra bernama Moesafir Karma Boediman (MK Boediman) dan Heru Baskoro. (Persda Network/yat/dws)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s