Kalsel Identik KALah SELalu

 

TIDAK terasa perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Samarinda, Kaltim semakin dekat. Sesuai rencana even tersebut digelar 6-17 Juli 2008.

Oleh:Rosihan Anwar SGz

Sudah beberapa kali even olahraga tingkat nasional itu digelar, namun tim dari Kalsel belum bisa masuk dalam lima besar perolehan medali emas. Pada PON XVI di Palembang, Kalsel berada di peringkat 13 secara nasional.

Apakah Kalsel akan KALah SELalu? Mungkin ini hanyalah sebuah plesetan saja, yang jelas plesetan ini sampai sekarang masih identik dengan beberapa even yang memang kita selalu kalah. 

Untuk mengubah semua ini dibutuhkan suatu komitmen bersama antara pemerintah daerah, KONI maupun seluruh lapisan masyarakat di daerah ini. Semua pihak tentunya berharap agar daerah ini bisa diperhitungkan dalam hal olahraga. 

Sebenarnya banyak potensi olahraga kita yang bisa berbicara di even nasional ataupun internasional, seperti gulat, dayung, angkat besi, renang dan lainnya. Namun belum bisa berbicara banyak.

Memang, untuk menjadikan olahragawan yang prestasi tidak bisa dalam waktu sekejap, perlu waktu cukup lama, perlu pembinaan berkala dan terus berlanjut yang didukung dengan pelatih dan tim yang solid.

Sekarang ini paradigma yang ada hanya mengandalkan kemampuan seorang pelatih, padahal seorang pelatih masih memerlukan peran dari tim olahraga yang lain seperti tim psikologi, tim kesehatan (dokter olahraga) dan juga tim gizi (ahli gizi) dan masih banyak lagi yang ikut berperan serta meningkatkan prestasi atlet.

Di negara maju seperti Amerika, Australia, Cina dan lainnya, ahli gizi dilibatkan dalam membina atlet, sehingga asupan gizinya terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh.

Ada tiga tahapan pemenuhan gizi yang perlu diperhatikan, yakni sebelum bertanding, gizi saat bertanding dan gizi sesudah pertandingan. Pemberian gizi sebelum bertanding perlu diperhatikan, sebab ini merupakan persiapan untuk melakukan suatu kegiatan meraih kemenangan. 

Tujuan pemberian gizi sebelum pertandingan adalah memperbaiki status gizi atlet, membentukan otot, membentuk fisik tubuh serta  memelihara kondisi fisik agar fit saat bertanding. 

Disini perlu adanya kerjasama antara pelatih dan ahli gizi, misalnya pelatih ingin menurunkan berat badan untuk pindah kelas dalam suatu pertandingan seperti kelas pada olah raga silat dan olah raga lainnya. Jenis olahraga yang akan dipertandingan juga menjadi pertimbangan, apakah olahraga aerobik atau nonaerobik.

Olahraga non aerobik sangat mengandalkan kemampuan otot untuk energinya, jadi perlu meningkatkan pembentukan otot dan ini dapat dilakukan oleh ahli gizi seperti olahraga angkat besi atau tinju. 

Tujuan lain dari pemberian makanan sebelum bertanding adalah mencegah hipoglikemia seperti pusing, pucat, kurang konsentrasi yang semua itu dapat berpengaruh pada prestasi. Menjaga kestabilan perut, mengabsorbsi atau menggunakan enzim-enzim yang dikeluarkan lambung dan mencegah rasa lapar, memberikan bahan bakar untuk otot dalam bentuk glikogen, memberikan keyakinan atlet bahwa tubuhnya siap untuk bertanding. Sebelum pertandingan, perlu juga adanya pemberian suplemen ergogenik yang dapat meningkatkan kemampuan atlet. 

Sedangkan pemberian gizi saat bertanding adalah untuk memberikan cadangan glikogen dan mencegah dehidrasi serta mempertahankan kemampuan atlet untuk bertanding terutama energi dan konsentrasinya. 

Pada saat pertandingan, pemberian minuman suplemen juga perlu diperhitungkan. Jumlah cairan yang keluar harus dimbangi dengan masukan air minum. 

Lalu bagaimana gizi sesudah olahraga? Pada saat itu yang paling diperhitungkan adalah pemulihan fisik atlet dengan cara mengembalikan keseimbangan cairan tubuh serta mengembalikan cadangan glikogen di hati maupun di ototnya, sehingga bisa beraktivitas dengan baik termasuk persiapan atlet bertanding berikutnya.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa kerjasama tim sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga, begitu juga dengan keterlibatan ahli gizi di dalamnya. Pasalnya asupan gizi sangat penting bagi atlet.

Semoga prestasi olahraga kita di PON XVII nanti akan meningkat dan daerah kita tidak lagi dipelesetkan dengan KALah SELalu, namun berubah menjadi KALau bertanding SELalu menang. Semoga.
* Staf Pengajar Poltekkes Banjarmasin

 

1 Komentar

  1. ya bujur jua ujar pianitu. salam kenal dari salah satu alumni akper banjarbaru (1993)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s