Sungai Martapura Bertabur Cahaya

RIBUAN orang berjubel hingga ke pagar pembatas siring seberang Kantor Gubernur Kalsel. Bukan hanya satu sisi sungai, termasuk pula di seberangnya di Jalan Pierre Tendean.

(Jukung Tanglong)

Mata mereka hanya tertuju pada satu arah, Sungai Martapura tempat hilir mudiknya puluhan jukung tanglong. Beberapa orangtua mengangkat anaknya ke bahu demi memuluskan keinginannya melihat keindahan jukung tanglong.

Di bawah bulan yang nyaris sempurna bentuknya, Sungai Martapura, terutama di sekitar Kantor Gubernur Kalsel terlihat lebih indah ketika puluhan jukung tanglong hilir mudik menampilkan keindahannya.

Kilatan cahaya dari handphone dan kamera berkali-kali terlihat mengabadikan momen yang hanya terjadi setahun sekali itu. Beberapa fotografer juga tak mau ketinggalan mengabadikan setiap momen tatkala jukung tanglong lewat.

(Jukung Tanglong)

Di sisi lain, di halaman kantor Gubernur Kalsel, beberapa permainan rakyat juga masih dipertunjukan malam itu, di antaranya, meniti tali dari Kabupaten Kotabaru. Mereka berjalan di atas seutas tali yang dibentangkan di atas bambu.

Para pemain berjalan di atas tali sepanjang sekitar tiga meter itu bukan maju melainkan berjalan mundur. Setelah sampai pada ujung batas yang lain, pemain rebahan sambil tetap berusaha menyeimbangkan diri.

Keberhasilan meniti tali itu, mendapat aplaus panjang dari beberapa penonton yang menyaksikannya. “Saya tidak tahu ada permainan seperti ini di Kotabaru,” kata Inas, salah seorang pengunjung.

(Jukung Tanglong)

Begitu juga suasana di Kampung Banjar, makin malam ternyata makin ramai dikunjungi warga. Hampir tidak ada stand yang sepi dari tatapan mata para pengunjung. Berbeda dengan saat siang hari, suasana lampu membuat pemandangan Kampung Banjar makin semarak.

Di stand pameran makanan khas Banjar juga tetap ramai, malah lebih ramai dari saat pembukaan. Nyaris tidak ada stand makanan khas Banjar di sana yang sepi pengunjung. Bahkan, beberapa di antara nyaris tidak ruang kosong.

Pesta tadi malam ditutup dengan kembang api yang menghias angkasa. Suasana semakin hangat, beberapa teriakan dan tepukan tangan riuh mewarnai pecahnya kembang api yang melukis langit malam yang cukup cerah itu.

Gelaran itu juga ternyata tidak kalah semarak dengan perayaan tahun baru. Setidaknya dapat terlihat dari jalan yang menuju dan keluar akses tempat Festival Budaya Pasar Terapung itu yang mengalami kemacetan.

Para pengendara motor dan mobil merayap berusaha keluar dan masuk areal festival. Mereka juga bersaing dengan pengunjung yang berjalan kaki menuju atau keluar dari tempat itu. Bunyi klakson dan raungan motor tak pelak mewarnai kemacetan tersebut.

Foto Lainnya:



2 Komentar

  1. Ko blog ini ga diupdate lagi sih?
    Sayang sekali, padahal banyak yang berkunjung kesini

  2. wah info nya sangat menarik.
    apalagi foto-foto nya.maju terus dunia wisata banua.

    salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s