Pengunjung BOEC Lari Ketakutan

BANJARMASIN, BPOST – Pengunjung Banjarmasin Onestop Entertainment Club (BOEC) Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) di Jalan A Yani kilometer 4,5 Banjarmasin, Minggu (30/9) dini hari, heboh.

Puluhan orang yang mengatas namakan Front Pembela Islam (FPI) mendatangi tempat tersebut, sekitar pukul 02.20 Wita.

Berpakaian serbaputih dan jaket putih bertuliskan FPI, orang-orang tersebut ingin merangsek masuk, namun berhasil dicegah oleh pengamanan setempat.

“Kami ingin perda ditegakkan. Aturannya jam dua THM sudah tutup. Tapi ini sudah lewat. Aturan ditegakkan, Allahuakbar, Allahuakbar,” teriak salah satu dari orang-orang tersebut.

Orang-orang tersebut meminta pihak manajemen segera menghetikan hiburan, karena waktu operasional atau jam tayang hiburan sudah lewat.

“Bunyi musiknya masih ada, kami akan masuk. Jangan halangi kami,” teriak pendemo lainnya.

Permintaan tersebut akhirnya dituruti manajemen BOEC. Kejadian tersebut mengundang, perhatian dari pengujung tempat hiburan. “Ada apa pak, kok ada yang teriak-teriak. Ada demo
ya,” tanya salah satu pengujung.

Setelah dilakukan negosiasi, dua perwakilan pengunjuk rasa diizinkan masuk dikawal Satuan Intelijen Polresta Banjarmasin, yang dipimpin langsung Kasat Intel, Kompol Indera Gunawan.

Keduanya langsung masuk ke Pub Nashvile di lantai dasar. Melihat beberapa pengunjung masih duduk-duduk santai, langsung mereka usir.

“Pulang semua, pulang semua, jangan ada yang nongkrong di sini. Waktunya sudah lewat, mabuk terus gawian,” ujar mereka. Usai di Nashvile, keduanya menuju Diskotek Athena di gedung yang sama. Meski musik sudah dimatikan dan lampu telah dimatikan, namun mereka masih menemukan
pengunjung yang sedang duduk-duduk di sana.

Salah satu dari mereka langsung berteriak. “Keluar keluar dari tempat maksiat ini,” ujarnya hingga membuat puluhan pengunjung langsung berhamburan ke luar. Pimpinan mereka, Habib
Abdurahman Albasyim, mengatakan dalam hal ini FPI ingin membatu polisi dan pemerintah menegakan perda.

“Bila aturannya tutup jam dua, yang tutup jam dua dong. Jangan kami dikibuli. Bila kami pulang main lagi,” ujar Habib.

Habib merasa prihatin dan kecewa dengan generasi yang ada. “Anda Anda semua Muslim. Bagimana generasi kita? Apakah mau anak-anak kita tidak perawan, menjadi pemabuk dan pecandu narkoba,” ujarnya.

Habib, mewanti-wanti agar pemilik atau manajeman menaati aturan. “Bila tidak, kami akan turun terus seperti ini,” ujarnya. (lis)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s